Berdiri sejak
2003

Search

Detail Berita.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan membuka Kegiatan Bursa Kerja Inklusif Kulon Progo 2026

Bursa Kerja Inklusif Kulon Progo Perluas Kesempatan Kerja bagi Difabel.

Kulon Progo — Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama SIGAB Indonesia melalui Program SOLIDER dan dukungan Program INKLUSI menggelar Bursa Kerja Inklusif Kulon Progo 2026 dan Gelar Karya Pelatihan BLK pada 27–28 Agustus 2026 di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kulon Progo.

Kegiatan mengusung tema “Kulon Progo Nyawiji: Merajut Karya, Mewujudkan Kerja Inklusif” dengan pesan “Kesempatan Setara untuk Semua.” Bursa kerja ini mempertemukan difabel pencari kerja dengan perusahaan sekaligus menyediakan fasilitas pendukung, seperti Juru Bahasa Isyarat (JBI), pendamping, kursi roda, walk-in interview, dan konsultasi karier.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, yang membuka kegiatan tersebut, mengapresiasi pelaksanaan bursa kerja inklusif. Ia bahkan meminta agar kegiatan diperpanjang karena dinilai penting untuk membuka akses kerja bagi difabel.

“Tolong jangan satu hari lah, ini baru di Kulon Progo lho yang melakukan kegiatan ini, baru pertama kali ide bursa tenaga kerja inklusif,” ujarnya.

Atas permintaan tersebut, kegiatan yang semula direncanakan berlangsung satu hari kemudian diperpanjang menjadi dua hari, 27–28 Agustus 2026.

Perpanjangan waktu tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi pencari kerja untuk bertemu dengan perusahaan, mencari informasi pekerjaan, mengikuti wawancara, dan berkonsultasi mengenai pilihan karier

Sebanyak 10 perusahaan dari berbagai bidang membuka stan rekrutmen. Perusahaan yang hadir antara lain PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart), PT Kusuma Sandang Mekarjaya, PT Busana Remaja Agracipta, CV Sandang Abadi Indonesia, PT PNM, Purnama Jaya Service, Albana Digital Sulaim Yogyakarta, PT Sung Chang Indonesia, PT Mega Inovasi Organik, dan PT Toto Jogko Abadi Jaya.

Sejumlah perusahaan telah memiliki pengalaman mempekerjakan difabel. Alfamart melalui program Alfability sejak 2016 membuka kesempatan bagi teman Tuli, difabel low vision, dan difabel fisik. Sementara Purnama Jaya Service telah menerima pekerja difabel fisik sejak 2010.

“Kami melihat kemampuan dan potensi yang dimiliki, bukan keterbatasannya,” ujar Maryati dari Purnama Jaya Service.

Fasilitas yang aksesibel juga dirasakan Tifat Soleh, pencari kerja Tuli asal Kulon Progo. Menurutnya, keberadaan JBI dan pendamping membuatnya lebih mudah mengikuti kegiatan dan mendapatkan informasi.

“Di acara ini aksesnya ternyata sangat baik karena sudah disediakan fasilitas aksesibilitas pendukung, seperti Juru Bahasa Isyarat (JBI) dan pendamping bagi difabel,” ungkap Tifat.

Sementara itu, Ardian, lulusan SLB Panjatan asal Wates, datang setelah mendapat informasi dari sekolah. Ia berharap dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.

“Saya diberi tahu dari sekolah tentang acara ini. Saya ingin mencari lowongan pekerjaan yang sesuai dengan diri saya dan kemampuan saya,” ujar Ardian.

Selain bursa kerja, kegiatan juga diisi Gelar Karya Pelatihan BLK dari peserta pelatihan selama tiga bulan di bidang menjahit, tata rias, dan pembuatan suvenir. Hasil karya ditampilkan melalui peragaan busana yang juga melibatkan seorang peragawati difabel Tuli.

Talkshow Inklusif yang dei moderatori oleh Ninik Heca dengan Narasumber dari Difabel Zone Indonesia dan KoHi Indonesia
Talkshow Inklusif dengan narasumber dari Difabel Zone Indonesia dan KoHi Indonesia

Kesiapan kerja juga tidak berhenti pada keterampilan teknis. Karena itu, kegiatan dilengkapi dengan talkshow inklusif yang menghadirkan Lidwina Wurie Akhdiyanti dari Difabel Zone Indonesia dan Rommy Heriyanto dari KoHi Indonesia.

Sesi tersebut membahas kesiapan menghadapi dunia kerja, termasuk bagaimana membangun keberanian, membuat rencana, menjaga kesehatan mental, dan menghadapi penolakan.

Rommy mengingatkan bahwa penolakan merupakan bagian yang mungkin ditemui seseorang ketika mencari pekerjaan. Karena itu, pencari kerja perlu memiliki cara untuk mengelola kecemasan dan melakukan evaluasi diri.

Salah satu cara sederhana yang dibagikan adalah mengatur napas ketika menghadapi tekanan, kemudian melakukan refleksi untuk melihat hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

Menurut Rommy, terdapat tiga modal penting untuk memasuki dunia kerja, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental yang kuat.

Pesan tersebut penting bagi pencari kerja difabel yang mungkin harus menghadapi tantangan lebih panjang dalam memperoleh pekerjaan. Keterampilan memang penting, tetapi keberanian untuk mencoba, kemampuan menghadapi penolakan, dan kemauan untuk terus belajar juga menjadi bagian dari kesiapan kerja.

Foto bersama peserta Talkshow Inklusif dan pengunjung Jobfair Inklusif
Foto bersama peserta Talkshow Inklusif dan pengunjung Jobfair Inklusif

Bursa Kerja Inklusif Kulon Progo 2026 memperlihatkan bahwa menciptakan dunia kerja yang inklusif membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Pemerintah berperan membuka akses dan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Perusahaan memberikan kesempatan melalui proses rekrutmen yang lebih terbuka. Sementara itu, difabel hadir dengan kemampuan, keterampilan, dan keinginan untuk bekerja.

Di sisi lain, aksesibilitas menjadi jembatan agar kesempatan tersebut benar-benar dapat digunakan. Juru Bahasa Isyarat, pendamping, informasi yang mudah diakses, dan proses rekrutmen yang ramah bukan hanya pelengkap, tetapi bagian dari upaya menciptakan kesempatan yang setara.[]

 

Redaksi

Berita Lainnya

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan membuka Kegiatan Bursa Kerja Inklusif Kulon Progo 2026

Bursa Kerja Inklusif Kulon Progo Perluas Kesempatan Kerja bagi Difabel

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kementerian Ketenagakerjaan, Sugeng Heri Suseno menyampaikan paparan (Dok. Indri K).

Kemnaker dan SIGAB Rilis Panduan untuk Perkuat Layanan Ketenagakerjaan Inklusif

Kunjungan DFAT dan Bappenas ke Kota Probolinggo

Kunjungan Lapangan Bappenas dan DFAT Tinjau Praktik Baik Pembangunan Inklusif di Kota Probolinggo

Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja menyampaikan sambutan dalam kegiatan Workshop Identifikasi Masalah untuk Mewujudkan Kebijakan Daerah yang Inklusif. Dok. Media SIGAB Indonesia

Workshop Partisipatif: SIGAB Indonesia Dorong Peraturan Bupati (Perbup) Kalurahan Inklusif di Kabupaten Bantul

Wujudkan Pengawasan Partisipatif dan Bermakna: SIGAB Indonesia dan Bawaslu Tandatangani Nota Kesepahaman

SIGAB Indonesia Menerima Penghargaan Jimly Award 2025

Foto tersebut menampilkan momen penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Kulon Progo dengan perwakilan dari organisasi mitra. Kegiatan ini berlangsung di sebuah ruangan formal yang dilengkapi dengan meja kecil tempat penandatanganan dokumen, serta latar belakang layar besar yang menampilkan logo dan informasi acara. Tampak Bupati Kulon Progo mengenakan seragam putih dengan pin dan name tag resmi, sedang menandatangani dokumen di sisi kiri meja. Di sebelah kanannya juga menandatangani dokumen serupa yang dilakukan oleh M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia yang mengenakan batik. Di sekeliling meja berdiri beberapa orang lainnya sebagai saksi, yang terdiri dari para pejabat dan tokoh masyarakat, sebagian mengenakan seragam putih dan lainnya berpakaian batik. Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan mitra organisasi untuk menjalin kerja sama yang mendukung pembangunan inklusif dan partisipatif di Kulon Progo.

(Pers Rilis) SIGAB Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Tandatangani MoU: Perkuat Komitmen Menuju Kabupaten Inklusif

Penyerahan policy brief mengenai perluasan kalurahan inklusi kepada Aris Suharyanta, Wakil Bupati yang diwakili anggota JIB

SIGAB Indonesia Dorong Perluasan Kalurahan Inklusif di Kabupaten Bantul

DISNAKERTRANS Kulon Progo dan SIGAB Indonesia Bahas Sinergi untuk Ketenagakerjaan Inklusif

SIGAB Indonesia dan PN Wonosari Tandatangani Perjanjian Kerjasama Penyediaan Layanan bagi Difabel berhadapan dengan Hukum.

Suharto dari SIGAB Indonesia memberikan paparan materi terkait dengan Perspektif Difabel dan Etika berinteraksi dengan Difabel

Pelatihan dan Kolaborasi Menuju Akses Pendidikan Setara bagi Semua

[Dalam Foto] M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia memberikan sambutannya pada kegiatan Joint Monitoring Visit Program INKLUSI oleh BAPPENAS dan DFAT ke Bengkulu

SIGAB dan PMMI Terima Kunjungan Monitoring Bersama BAPPENAS dan DFAT di Bengkulu

[Dalam Foto] Foto bersama yang dilakukan oleh anggota KDK Maju Bersama, PMMI Bengkulu dan SIGAB Indonesia

Kunjungi KDK Maju Bersama, SIGAB dan PMMI Bengkulu Dorong Penguatan Ruang Inklusi di Tingkat Kelurahan

Media Sosial dan AI: Membuka Akses Baru bagi Difabel Tapi Masih Belum Menjadi Prioritas Utama Di Indonesia.

Efisiensi Anggaran Pemerintah: Ancaman bagi Hak Difabel

Load

TEMU INKLUSI #6 2025

2 - 4 September 2025 - Desa Durajaya, Kab. Cirebon

Mari berkomitmen, bersinergi, beraksi dan berinovasi berbasis kebhinnekaan menuju Indonesia Emas 2045