Berdiri sejak
2003

Search

Detail Berita.

Kunjungan DFAT dan Bappenas ke Kota Probolinggo

Kunjungan Lapangan Bappenas dan DFAT Tinjau Praktik Baik Pembangunan Inklusif di Kota Probolinggo.

Pada 23 Juni 2026 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama perwakilan Kedutaan Besar Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) melakukan kunjungan lapangan ke Kota Probolinggo untuk meninjau praktik baik pembangunan yang inklusif, khususnya dalam pemenuhan hak difabel dan penguatan ketenagakerjaan inklusif.

Kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran implementasi Program SOLIDER (Strengthening Social Inclusion for Diffability Equity and Rights) yang dilaksanakan SIGAB Indonesia melalui Program INKLUSI. Di Jawa Timur, program tersebut dijalankan bersama Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (PPDIS) sebagai mitra daerah yang mendampingi implementasi program di Kota Probolinggo dan Kabupaten Situbondo.

Dalam pertemuan tersebut, Aminuddin, Walikota Kota Kota Probolinggo memaparkan berbagai langkah strategis yang telah dilakukan untuk memperkuat pembangunan inklusif. Di antaranya adalah pengesahan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas yang mengamanatkan perusahaan menyediakan paling sedikit satu persen kesempatan kerja bagi difabel. Pemerintah kota juga menyelenggarakan berbagai pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi difabel serta mengoptimalkan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Ketenagakerjaan sebagai penghubung antara pencari kerja difabel dan dunia usaha.

First Secretary Kedutaan Besar Australia, Elena Martin Avila, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara Pemerintah Kota Probolinggo, organisasi penyandang disabilitas, dan dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif. Menurutnya, kemitraan multipihak menjadi fondasi penting untuk memastikan difabel memiliki akses yang setara terhadap layanan publik dan kesempatan kerja.

Sementara itu, Direktur Keluarga, Pengasuhan, Perempuan, dan Anak Kementerian PPN/Bappenas, Qurrota Ayun, mengatakan bahwa praktik baik yang berkembang di Kota Probolinggo akan menjadi pembelajaran penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan nasional yang lebih inklusif.

“Praktik baik yang berkembang di Kota Probolinggo akan kami kaji lebih lanjut untuk melihat dampak nyata implementasi Program INKLUSI sebagai bagian dari Prioritas Nasional dalam RPJMN 2025–2029. Hasil pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dan direplikasi di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Qurrota Ayun.

Kunjungan lapangan kemudian dilanjutkan ke Unit Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Ketenagakerjaan Kota Probolinggo. Rombongan yang disambut oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo memperoleh penjelasan mengenai berbagai layanan ULD, mulai dari fasilitasi penempatan kerja, pendampingan pencari kerja difabel, hingga penguatan kemitraan dengan dunia usaha untuk memperluas kesempatan kerja yang setara.

Program Manager SOLIDER SIGAB Indonesia, Rohmanu Solikin, mengatakan bahwa penguatan ULD merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan akses difabel terhadap dunia kerja.

“Sebagai bagian dari upaya memperkuat praktik ketenagakerjaan inklusif, Program SOLIDER bersama Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Khusus Kementerian Ketenagakerjaan RI telah menyusun Panduan Optimalisasi Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan. Panduan ini diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas dan kualitas layanan ULD sehingga mampu memberikan layanan ketenagakerjaan yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan bagi difabel,” kata Rohmanu Solikin.

Melalui kunjungan ini, Bappenas, DFAT, Pemerintah Kota Probolinggo, SIGAB Indonesia, dan PPDIS menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif. Praktik baik yang telah berkembang di Kota Probolinggo diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain untuk memperluas kesempatan kerja dan memastikan terpenuhinya hak-hak difabel secara berkelanjutan.[]

Berita Lainnya

Kunjungan DFAT dan Bappenas ke Kota Probolinggo

Kunjungan Lapangan Bappenas dan DFAT Tinjau Praktik Baik Pembangunan Inklusif di Kota Probolinggo

Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja menyampaikan sambutan dalam kegiatan Workshop Identifikasi Masalah untuk Mewujudkan Kebijakan Daerah yang Inklusif. Dok. Media SIGAB Indonesia

Workshop Partisipatif: SIGAB Indonesia Dorong Peraturan Bupati (Perbup) Kalurahan Inklusif di Kabupaten Bantul

Wujudkan Pengawasan Partisipatif dan Bermakna: SIGAB Indonesia dan Bawaslu Tandatangani Nota Kesepahaman

SIGAB Indonesia Menerima Penghargaan Jimly Award 2025

Foto tersebut menampilkan momen penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Kulon Progo dengan perwakilan dari organisasi mitra. Kegiatan ini berlangsung di sebuah ruangan formal yang dilengkapi dengan meja kecil tempat penandatanganan dokumen, serta latar belakang layar besar yang menampilkan logo dan informasi acara. Tampak Bupati Kulon Progo mengenakan seragam putih dengan pin dan name tag resmi, sedang menandatangani dokumen di sisi kiri meja. Di sebelah kanannya juga menandatangani dokumen serupa yang dilakukan oleh M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia yang mengenakan batik. Di sekeliling meja berdiri beberapa orang lainnya sebagai saksi, yang terdiri dari para pejabat dan tokoh masyarakat, sebagian mengenakan seragam putih dan lainnya berpakaian batik. Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan mitra organisasi untuk menjalin kerja sama yang mendukung pembangunan inklusif dan partisipatif di Kulon Progo.

(Pers Rilis) SIGAB Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Tandatangani MoU: Perkuat Komitmen Menuju Kabupaten Inklusif

Penyerahan policy brief mengenai perluasan kalurahan inklusi kepada Aris Suharyanta, Wakil Bupati yang diwakili anggota JIB

SIGAB Indonesia Dorong Perluasan Kalurahan Inklusif di Kabupaten Bantul

DISNAKERTRANS Kulon Progo dan SIGAB Indonesia Bahas Sinergi untuk Ketenagakerjaan Inklusif

SIGAB Indonesia dan PN Wonosari Tandatangani Perjanjian Kerjasama Penyediaan Layanan bagi Difabel berhadapan dengan Hukum.

Suharto dari SIGAB Indonesia memberikan paparan materi terkait dengan Perspektif Difabel dan Etika berinteraksi dengan Difabel

Pelatihan dan Kolaborasi Menuju Akses Pendidikan Setara bagi Semua

[Dalam Foto] M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia memberikan sambutannya pada kegiatan Joint Monitoring Visit Program INKLUSI oleh BAPPENAS dan DFAT ke Bengkulu

SIGAB dan PMMI Terima Kunjungan Monitoring Bersama BAPPENAS dan DFAT di Bengkulu

[Dalam Foto] Foto bersama yang dilakukan oleh anggota KDK Maju Bersama, PMMI Bengkulu dan SIGAB Indonesia

Kunjungi KDK Maju Bersama, SIGAB dan PMMI Bengkulu Dorong Penguatan Ruang Inklusi di Tingkat Kelurahan

Media Sosial dan AI: Membuka Akses Baru bagi Difabel Tapi Masih Belum Menjadi Prioritas Utama Di Indonesia.

Efisiensi Anggaran Pemerintah: Ancaman bagi Hak Difabel

Pentingnya Penguatan Produk Hukum yang Inklusif

Cover Buku Saku: Panduan Mengawal RPJMD Berperspektif Difabel

Buku Saku Panduan Mengawal RPJMD Berperspektif Difabel

Load

TEMU INKLUSI #6 2025

2 - 4 September 2025 - Desa Durajaya, Kab. Cirebon

Mari berkomitmen, bersinergi, beraksi dan berinovasi berbasis kebhinnekaan menuju Indonesia Emas 2045