Berdiri sejak
2003

Search

Profil Lembaga.

Nama lembaga

Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB)

Motto

Bersama Menuju Masyarakat Inklusi

Alamat Kantor

Jl. Kopral Samiyo I/ Jl. Wonosari Km 8 Berbah, Sleman, Yogyakarta, Indonesia 55573

Legalitas Lembaga

LSM ini secara resmi tercatat dengan Akta Notaris: Anhar Rusli, S.H. No. 13/2003, tanggal 15 Mei 2003.

Telp/Fax

+62-274 – 2840056

Email

sekretariat@sigab.or.id

Website

sigab.org || solidernews.com

Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia adalah organisasi non pemerintah yang bersifat independen, nirlaba, dan nonpartisan.SIGAB didirikan di Yogyakarta pada tanggal 5 Mei 2003. Organisasi ini mempunyai cita-cita besar untuk membela dan memperjuangkan hakhak difabel di seluruh Indonesia hingga terwujud kehidupan yang setara dan inklusif. SIGAB Indonesia didirikan karena sampai saat ini kehidupan warga difabel masih dimarjinalkan, baik secara struktural maupun kultural.Hak-hak warga difabel seperti hak pendidikan, pekerjaan, kesehatan, jaminan sosial, perlindungan hukum, akses terhadap informasi dan komunikasi sampai pada penggunaan fasilitas publik tidak pernah diterima secara layak. Dengan kata lain, telah terjadi diskriminasi terhadap warga difabel. SIGAB Indonesia berpandangan bahwa pada hakikatnya manusia merupakan makhluk yang diciptakan Tuhan dengan derajat kesempurnaan tertinggi dan mempunyai hak yang sama dalam mengembangkan potensi diri untuk mencapai kesejahteraan hidup. Oleh karena itu, tidak sepantasnya jika dalam kehidupan ini terdapat sekelompok orang yang tersisihkan dari lingkungan sosialnya hanya karena keadaan yang berbeda. Program SIGAB Indonesia  dengan jaringanya berusaha menciptakan kehidupan yang menempatkan semua manusia dalam kesejajaran sehingga tidak ada lagi yang tersisihkan. Sebagai organisasi yang konsisten melawan segala bentuk diskriminasi, SIGAB Indonesia menolak penggunaan istilah penyandang cacat karena dalam kultur bangsa Indonesia sebutan itu sangat merendahkan derajat manusia dan anti kesetaraan. SIGAB Indonesia memilih untuk menggunakan kata “difabel” yang dirasa lebih adil dan mengangkat derajat manusia. Difabel, keterampilan dan pengetahuan serta tim inklusif yang kami miliki adalah sumber yang tepat untuk memberikan training sensitifitas Difabel, baik bagi pemerintah, sektor privat, maupun organisasi-organisasi yang tertarik bekerja pada isu Difabel.

SIGAB menyadari adanya kesenjangan dalam memperjuangkan hak-hak difabel di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

·       Belum terwujudnya kesetaraan difabel: Kaum difabel masih menghadapi diskriminasi dan kurangnya akses terhadap berbagai layanan dan fasilitas.

·       Gerakan difabel yang terfragmentasi: Organisasi difabel cenderung bergerak sendiri sendiri berdasarkan ragam disabilitas, sehingga sulit untuk menyatukan suara dan kekuatan.

·       Kurangnya pemahaman tentang inklusi: Istilah “difabel” masih belum umum digunakan, dan konsep inklusi belum dipahami secara luas oleh masyarakat.

·       Ketimpangan geografis: Gerakan inklusi difabel masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara daerah lain belum tersentuh secara merata.

Difabel merupakan kata yang diserap
dari bahasa Inggris “diffable”, akronim dari “differently able poeple” yang
berarti orang yang mampu dengan cara yang berbeda. Istilah “difabel” ini
digunakan untuk melawan istilah “penyandang cacat” serta berbagai konotasi
negatif yang menyertainya. Disability (ketidakmampuan) itu sendiri oleh SIGAB
Indonesia dipandang sebagai sebuah realitas yang terjadi atas kegagalan
lingkungan, pemerintah, masyarakat, maupun tatanan serta system dalam merespon
fakta difabilitas. Seorang yang tak mempunyai kedua kakinya misalnya, hanya
mampu bermobilitas dengan menggunakan kursi roda dan di lingkungan yang tak
berundak. Hal ini berbeda dengan orang kebanyakan yang bermobilitas dengan cara
berjalan kaki. Ini adalah fakta difabilitas. Namun demikian, hidup di
lingkungan yang tak memperhatikan realitas difabilitasnya membuat ia harus
terkurung oleh tidak tersedianya kursi roda, jalan dan bangunan yang berundak,
sarana transportasi yang tak ramah sehingga dalam situasi itulah dia
ditidakmampukan oleh lingkungan yang ada.

Penggunaan istilah difabel mempunyai makna filosofis bahwa : Tidak ada manusia yang
tidak mempunyai kemampuan; yang ada hanya mampu dengan cara dan tingkatan yang
berbeda Setiap manusia yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental bukan berarti
tidak mempunyai kemampuan. Setiap manusia dilahirkan di dunia dalam keadaan
sempurna dengan standar kesempurnaannya masing-masing Dengan
kesempurnaannya tersebut setiap manusia berhak mengembangkan potensi dirinya
untuk mencapai kesejahteraan. 

VISI :

“Terwujudnya masyarakat inklusi yang menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum Difabel untuk hidup setara dan berkeadilan di bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, hukum, serta teknologi dan pelayanan publik.”

MISI :

SIGAB Indonesia adalah sebagai sasana utama gerakan komunitas Difabel yang

bermartabat, progresif, dan kreatif untuk terwujudnya revolusi menuju masyarakat inklusif di Indonesia, melalui:

1. Penelitian dan pemutakhiran data dan informasi Difabilitas

2. Kampanye dan Pendidikan Publik

3. Advokasi Kebijakan

4. Aksi Kolektif yang Masif

 

MANDAT ORGANISASI :

Sebagai sebuah organisasi yang didirikan atas latar belakang pembacaan terhadap situasi sosial yang belum menyetarakan Difabel, mandat utama SIGAB adalah menjadi wadah perjuangan advokasi kelompok masyarakat D ifabe l untuk mewujudkan s ebuah masyarakat yang inklusi.

 

NILAI-NILAI ORGANISASI :

KEADILAN

SIGAB Indonesia memandang Difabel sebagai pihak yang selalu dikorbankan secara struktural maupun kultural. Untuk itu, dalam rangka menjunjung keadilan dan kesetaraan, SIGAB Indonesia akan sepenuhnya berpihak pada kepentingan Difabel.

INKLUSI

Kesetaraan bagi Difabel tak akan terwujud tanpa adanya inklusivitas baik pada tataran teori maupun praktik. Untuk itu, penegakan prinsip inklusivitas telah mulai dilaksanakan SIGAB Indonesia dalam kerangka internal organisasi. Sejak awal pendiriannya hingga saat ini, prinsip inklusivitas telah terbangun dengan perimbangan jumlah staf serta pengurus Difabel dan non-Difabel. Begitu pula dalam implementasi maupun pendekatan program serta strategi yang dilakukan, SIGAB selalu mengedepankan pembauran Antara Difabel dan non-Difabel.

PROGRESIF

Sebagai sebuah lembaga advokasi dengan kelompok dampingan yang selama ini ter-alienasi berganda, dibutukan progresivitas dalam membangun gerakan advokasi untuk perubahan.

DIFABEL LEADERSHIP

Keberpihakan SIGAB Indonesia terhadap Difabel tak akan pernah cukup tanpa figur kepemimpinan Difabel. Keterlibatan Difabel bukan hanya sebagai pemanfaat program-program SIGAB Indonesia, namun sebagai pemimpin perubahan untuk kelompok Difabel diyakini oleh SIGAB Indonesia sebagai kekuatan terbesar untuk memimpin pergerakan perubahan tersebut

PROFESIONAL

Keberpihakan SIGAB Indonesia terhadap Difabel tak akan pernah cukup tanpa figur kepemimpinan Difabel. Keterlibatan Difabel bukan hanya sebagai pemanfaat program-program SIGAB Indonesia, namun sebagai pemimpin perubahan untuk kelompok Difabel diyakini oleh SIGAB Indonesia sebagai kekuatan terbesar untuk memimpin pergerakan perubahan tersebut

 

Dengan nilai-nilai SIGAB kami mengemas bentuk gerakan berdasarkan pengalaman yang diemban .

Internalisasi nilai-nilai SIGAB: Memastikan bahwa seluruh anggota organisasi memahami dan menghayati nilai-nilai SIGAB, yaitu inklusivitas, partisipasi, kemandirian, dan kemitraan.

Pengarusutamaan nilai-nilai disabilitas: Mendorong semua program dan kegiatan SIGAB untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip inklusi dan disabilitas.

Pengembangan strategi komunikasi yang berdampak: Mengembangkan strategi komunikasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran publik, mempengaruhi kebijakan, dan membangun dukungan bagi gerakan inklusi difabel.

Pengembangan kepemimpinan berbasis difabel: Memperkuat ekosistem kepemimpinan difabel di dalam organisasi dan mendorong partisipasi aktif kaum difabel dalam pengambilan keputusan.

TUJUAN & SASARAN :

SIGAB meyakini bahwa sebuah tatanan masyarakat yang inklusif akan terwujud jika didukung oleh adanya kesadaran dan penerimaan kolektif masyarakat, kebijakan yang berpihak serta implementasinya, serta komunitas Difabel yang berdaya dan mampu berkontribusi penuh terhadap pembangunan dan pengembangan masyarakat. Untuk itu, dengan menitikberatkan pada isu-isu pertimbangan di atas, di bawah ini merupakan beberapa strategi SIGAB untuk mewujudkan visi dan misi organisasi.

FOKUS UTAMA :

·       Penelitian dan pengembangan: Untuk menghasilkan data dan informasi yang akurat tentang isu-isu disabilitas serta mengembangkan model-model praktik terbaik.

·       Advokasi kebijakan: Untuk mendorong perubahan kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan kaum difabel.

·       Penguatan kapasitas: Untuk meningkatkan kapasitas individu difabel dan organisasi difabel agar dapat memperjuangkan hak-hak mereka secara mandiri.

·       Kampanye dan pendidikan publik: Untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang isu-isu disabilitas dan pentingnya inklusi sosial.

·       Pengembangan desa inklusi: Untuk menciptakan model desa yang ramah difabel dan dapat direplikasi di berbagai daerah.

·       Pengembangan kepemimpinan berbasis difabel: Memperkuat ekosistem kepemimpinan difabel di dalam organisasi dan mendorong partisipasi aktif kaum difabel dalam pengambilan keputusan.

Setelah merumuskan fokus perhatian utama di muka, SIGAB merumuskan tujaun strategis yang ingin diwujudkan dalam lima tahun ke depan. Berikut ini dirinci lebih lanjut tujuan strategis organisasi SIGAB, yakni:

·       Meningkatkan kapasitas internal: Memperkuat tata kelola organisasi, manajemen keuangan, sumber daya manusia, dan sistem informasi.

·       Memperluas jangkauan dan dampak: Meningkatkan jumlah penerima manfaat, memperluas jaringan kerja, dan meningkatkan visibilitas SIGAB di tingkat nasional dan internasional.

·       Membangun kemitraan strategis: Bekerja sama dengan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, dan media untuk mencapai tujuan bersama.

·       Menjadi pusat rujukan: Menjadi pusat rujukan bagi isu-isu disabilitas di Indonesia dan berkontribusi pada pengembangan kebijakan dan praktik inklusi di tingkat global

Berdasarkan konsultasi dengan berbagai stakeholders serta perencanaan strategis yang SIGAB lakukan pada akhir 2023, ada beberapa situasi lokal/nasional yang menjadi pertimbangan SIGAB dalam menentukan fokus program. Rencana Kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Keberlanjutan dalam Lima Tahun Ke Depan disusun untuk melaksanakan strategi yang telah dirumuskan di muka. Kegiatan-kegiatan utama dalam upaya peningkatan kapasitas dan keberlanjutan organisasi bertujuan membangun ekosistem organisasi yang paripurna. Ekosistem penting dikembangkan bersama para pihak untuk saling melengkapi, saling menguatkan dan saling berkontribusi pada dampak yang ingin diwujudkan bersama. SIGAB telah menyusun rencana kegiatan yang komprehensif untuk lima tahun ke depan, meliputi:

 

Strategi Peningkatan Teknikal Organisasi:

·       Melakukan pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi staf dan pengurus organisasi.

·       Mengembangkan sistem manajemen keuangan dan sumber daya manusia yang lebih efektif.

·       Meningkatkan penggunaan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan organisasi.

Strategi Pembaruan Fungsional Organisasi:

·       Mengembangkan program-program baru yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan kaum difabel.

·       Memperluas jaringan kerja dengan organisasi difabel dan mitra pembangunan lainnya.

·       Meningkatkan advokasi di tingkat nasional dan lokal untuk mendorong perubahan kebijakan yang lebih inklusif.

Strategi Pengembangan Pusat Rujukan Inklusi Sosial:

·       Melakukan penelitian dan pengembangan yang berkualitas tinggi tentang isu-isu disabilitas.

·       Menyediakan layanan informasi dan konsultasi bagi organisasi difabel dan pemangku kepentingan lainnya.

·       Berpartisipasi aktif dalam forum forum nasional dan internasional untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik.

·       Mengembangan SIGAB sebagai ekosistem, sasana dan platform gerakan inklusi sosial untuk memperjuangkan hak-hak kaum difabel.

Strategi Penguatan Ekosistem:

·       Membangun kerjasama yang lebih erat dengan pemerintah, sektor swasta, dan media untuk penguatan ruang sipil dan persepsi public

·       Mengembangkan program-program bersama dengan mitra strategis untuk mencapai tujuan bersama melalui pengembangan talenta, pengetahuan dan model-model pendanaan yang baru.

·       Mengembangan SIGAB sebagai platform, hub dan sasana bagi semua pihak yang berjuang untuk hak-hak kaum difabel melalui penguatan di tingkat desa dan daerah.

Dengan melaksanakan rencana kegiatan ini secara konsisten dan terukur, SIGAB optimis dapat mencapai tujuan strategisnya dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi terwujudnya masyarakat inklusi di Indonesia.

Layanan Bantuan Hukum bagi Difabel:

Sigab Indonesia mendapat akreditasi dari Kemenkumham untuk membuka layanan pemberi bantuan hukum. Sigab mulai menyusun persiapan layanan. Menerima berbagai aduan diskriminasi serta ketidakadilan atas nama difabilitas. Dengan jaringan organisasi Difabel dan organisasi bantuan hukum yang telah terbentuk di 11 provinsi, aduan anda dapat kami tindaklanjuti dan rujukkan kepada organisasi yang akan dapat mendampingi Difabel.

Portal Informasi Seputar Inklusi & Disabilitas:

http://www.solidernews.com Selain ragam berita seputar Difabilitas, website ini juga menyediakan banyak informasi seputar inklusivitas dan difabel berhadapan dengan hukum. Sangat kaya informasi terkini tentang Difabel karena didukung oleh kontributor dari lima belas propinsi. Sigab menerima tulisan di luar kontributor yang mengangkat isu seputar inklusi dan difabilitas.

Training Sensitivitas Difabel:

Semakin tingginya kebutuhan menginklusikan difabel dalam berbagai layanan, program maupun pengembangan kebijakan menuntut penguasaan pengetahuan dan keterampilan baru. Sebagai sebuah tim yang inklusif dengan lebih dari sepuluh tahun bekerja pada isu difabilitas.

Percetakan Difabel:

Unit Braille kami mulai tahun 2015 dan kami telah banyak menjalin kerjasama dengan beberapa intansi baik pemerintah maupun swasta, salah satunya dengan beberapa KPUD di Indonesia dalam pembuatan template surat suara dan buku materi sosialisasi Pilkada; Jasa pencetakan materi milik Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Pengadilan Militer hingga Pengadilan Tinggi di beberapa wilayah Indonesia, dan lain sebagainya

Struktur Lembaga.

SIGAB adalah lembaga swadaya masyarakat yang berupa perkumpulan. Oleh karena itu, kekuasaan tertinggi berada pada Rapat Anggota yang dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun. Rapat Anggota bertugas dan berkewenangan untuk menyempurnakan statuta organisasi, menyusun program strategis, meminta pertanggungjawaban Pengurus Harian atas kinerja organisasi, dan menyempurnakan struktur organisasi serta memilih pengurus baru untuk periode 5 tahun berikutnya. Berdasarkan Rapat Anggota 2007, struktur organisasi SIGAB terdiri atas Dewan Pertimbangan, dan Pengurus Harian.

Dewan Pengurus & Staf

Name
Direktur Eksekutif
Joni Yulianto
Wakil Direktur
Haris Munandar
Manager Kantor & Administrasi
Nur Widya Hening
Handayani
Manager Keuangan
Muh. Syamsudin
Koordinator Penelitian
-
Koordinator Rintisan Desa Inklusi
Rohmanu Solikin
Koordinator Media
M. Ismail
Koordinator
Koordinator Teknologi Informasi
-
Koordinator Program Gerakan Optimalisasi Organisasi Difabel
Tri Wahyu
Koordinator Advokasi & Jaringan
Purwanti
Asisten Administrasi
-

Dewan Pengurus

Name
1. Suharto
2. Haris Munandar
3. Ananto Sulistyo
4. Nur Widya H
5. Wahyu Triwibowo

Dewan Pertimbangan

Name
1. Agus Surya Kawaca
2. Muhamad Imam Aziz
3. G Nur Hartanto
4. Ro'fah Makin

TEMU INKLUSI #6 2025

2 - 4 September 2025 - Desa Durajaya, Kab. Cirebon

Mari berkomitmen, bersinergi, beraksi dan berinovasi berbasis kebhinnekaan menuju Indonesia Emas 2045