Berdiri sejak
2003

Search

Detail Berita.

[Dalam Foto] Foto bersama yang dilakukan oleh anggota KDK Maju Bersama, PMMI Bengkulu dan SIGAB Indonesia

Kunjungi KDK Maju Bersama, SIGAB dan PMMI Bengkulu Dorong Penguatan Ruang Inklusi di Tingkat Kelurahan.

Bengkulu — Direktur SIGAB Indonesia, M Joni Yulianto, bersama Manajer Program SOLIDER, Rohmanu Solikin, melakukan kunjungan lapangan ke Kelompok Difabel Kelurahan (KDK) Maju Bersama di Kelurahan Sawah Lebar, Kota Bengkulu pada Senin, 14 April 2025. Kelompok ini merupakan dampingan Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusif (PMMI) Bengkulu dalam program SOLIDER yang diimplementasikan di Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong.

Kunjungan ini merupakan bagian dari joint monitoring visit yang melibatkan BAPPENAS dan DFAT (Department of Foreign Affairs and Trade) Australia atas pelaksanaan program Strengthening Social Inclusion for Disability Equity and Rights (SOLIDER). Program ini merupakan bagian dari inisiatif INKLUSI, sebuah kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia untuk memperkuat pembangunan yang lebih inklusif.

Melalui pendampingan yang dilakukan oleh PMMI Bengkulu, KDK Maju Bersama telah tumbuh menjadi ruang kolektif yang memberdayakan masyarakat difabel di tingkat kelurahan. Tidak hanya sebagai wadah untuk saling menguatkan, KDK ini juga menjadi ruang strategis bagi para anggotanya untuk membangun kepercayaan diri dan menyuarakan aspirasi terkait kebutuhan dan kebijakan layanan publik di tingkat lokal.

Salah satu kegiatan utama kelompok ini adalah produksi kerajinan keset dari kain perca. Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas ekonomi produktif, namun juga menjadi medium untuk mempererat kebersamaan serta menyampaikan pesan penting tentang eksistensi dan kontribusi komunitas difabel dalam masyarakat.

“Apa yang dikerjakan oleh KDK Sawah Lebar, bagi PMMI lebih dari sekedar memproduksi keset, melainkan memberi nilai tambah atas sesuatu yang selama ini sudah dianggap tidak berharga. Bahan untuk membuat keset ini sangat mudah didapat dari kain-kain bekas yang ada di sekitar masyarakat dan menjadi lebih bernilai dengan diproduksi menjadi keset yang dapat digunakan kembali. Selain itu, dalam proses produksi keset ini pula ada interaksi antar anggota KDK yang membuat mereka saling menguatkan satu sama lain dan menjadi lebih terhubung sebagai sebuah komunitas. Di sinilah sebenarnya peran pentingnya, dimana interaksi antar difabel menjadikan mereka saling menguatkan dan dapat bertumbuh bersama dalam sebuah wadah KDK.”, demikian disampaikan Irna Riza Yuliastuti, Ketua PMMI yang juga koordinator program SOLIDER di Bengkulu.

“Kami melihat bagaimana kelompok ini bukan hanya aktif secara sosial, tapi juga mampu menjadi corong suara bagi perubahan kebijakan yang lebih inklusif di tingkat kelurahan,” ujar Joni Yulianto dalam kunjungan tersebut.

Program SOLIDER yang diimplementasikan oleh SIGAB Indonesia bersama sejumlah mitra lokal seperti PMMI Bengkulu terus mendorong pendekatan berbasis komunitas untuk memperkuat partisipasi bermakna difabel dalam pembangunan. Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa perubahan menuju masyarakat inklusif dapat dimulai dari tingkat paling dekat dengan warga, yaitu kelurahan.

Tentang Program INKLUSI:
Program INKLUSI (Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif) mendukung organisasi masyarakat sipil di Indonesia untuk mendorong layanan publik yang lebih adil, setara, dan responsif terhadap kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. SIGAB Indonesia merupakan salah satu mitra pelaksana program ini melalui inisiatif SOLIDER.

Berita Lainnya

SIGAB Indonesia Menerima Penghargaan Jimly Award 2025

Foto tersebut menampilkan momen penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Kulon Progo dengan perwakilan dari organisasi mitra. Kegiatan ini berlangsung di sebuah ruangan formal yang dilengkapi dengan meja kecil tempat penandatanganan dokumen, serta latar belakang layar besar yang menampilkan logo dan informasi acara. Tampak Bupati Kulon Progo mengenakan seragam putih dengan pin dan name tag resmi, sedang menandatangani dokumen di sisi kiri meja. Di sebelah kanannya juga menandatangani dokumen serupa yang dilakukan oleh M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia yang mengenakan batik. Di sekeliling meja berdiri beberapa orang lainnya sebagai saksi, yang terdiri dari para pejabat dan tokoh masyarakat, sebagian mengenakan seragam putih dan lainnya berpakaian batik. Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan mitra organisasi untuk menjalin kerja sama yang mendukung pembangunan inklusif dan partisipatif di Kulon Progo.

(Pers Rilis) SIGAB Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Tandatangani MoU: Perkuat Komitmen Menuju Kabupaten Inklusif

Penyerahan policy brief mengenai perluasan kalurahan inklusi kepada Aris Suharyanta, Wakil Bupati yang diwakili anggota JIB

SIGAB Indonesia Dorong Perluasan Kalurahan Inklusif di Kabupaten Bantul

DISNAKERTRANS Kulon Progo dan SIGAB Indonesia Bahas Sinergi untuk Ketenagakerjaan Inklusif

SIGAB Indonesia dan PN Wonosari Tandatangani Perjanjian Kerjasama Penyediaan Layanan bagi Difabel berhadapan dengan Hukum.

Suharto dari SIGAB Indonesia memberikan paparan materi terkait dengan Perspektif Difabel dan Etika berinteraksi dengan Difabel

Pelatihan dan Kolaborasi Menuju Akses Pendidikan Setara bagi Semua

[Dalam Foto] M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia memberikan sambutannya pada kegiatan Joint Monitoring Visit Program INKLUSI oleh BAPPENAS dan DFAT ke Bengkulu

SIGAB dan PMMI Terima Kunjungan Monitoring Bersama BAPPENAS dan DFAT di Bengkulu

[Dalam Foto] Foto bersama yang dilakukan oleh anggota KDK Maju Bersama, PMMI Bengkulu dan SIGAB Indonesia

Kunjungi KDK Maju Bersama, SIGAB dan PMMI Bengkulu Dorong Penguatan Ruang Inklusi di Tingkat Kelurahan

Media Sosial dan AI: Membuka Akses Baru bagi Difabel Tapi Masih Belum Menjadi Prioritas Utama Di Indonesia.

Efisiensi Anggaran Pemerintah: Ancaman bagi Hak Difabel

Pentingnya Penguatan Produk Hukum yang Inklusif

Cover Buku Saku: Panduan Mengawal RPJMD Berperspektif Difabel

Buku Saku Panduan Mengawal RPJMD Berperspektif Difabel

BrajaDifa Siap Mendukung Penyelenggaraan Temu Inklusi #6 di Cirebon

Foto bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon

Bapelitbangda dan Dinas Sosial Kabupaten Cirebon Apresiasi Rencana Penyelenggaraan Temu Inklusi #6 di Cirebon

Foto Bersama dengan KND, SIGAB Indonesia, FKDC dan Organisasi Difabel

Koordinasi Awal Temu Inklusi #6 dengan Organisasi Difabel Cirebon

Load

TEMU INKLUSI #6 2025

2 - 4 September 2025 - Desa Durajaya, Kab. Cirebon

Mari berkomitmen, bersinergi, beraksi dan berinovasi berbasis kebhinnekaan menuju Indonesia Emas 2045