Berdiri sejak
2003

Search

Detail Berita.

DFAT dan AIPJ2 Kunjungi Institusi Penegak Hukum di DIY.

Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) dan Australia-Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2) berkunjungan ke beberapa institusi penegak hukum di DIY pada Senin, 29 April 2024. Institusi penegak hukum yang dikunjungi yang selama ini menjalin kerjasama dengan organisasi Masyarakat sipil mitra dari AIPJ2, seperti SIGAB Indonesia, SAPDA dan PUSHAM UII dalam membangun peradilan inklusif.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau lokasi program dan mendengarkan langsung dari para mitra tentang proses implementasi program hingga perubahan positif dan praktik baik yang telah dicapai. Selain itu kunjungan ini juga untuk mempererat sinergi dan kolaborasi antar instansi yang didukung oleh program kemitraan Pemerintah Australia melalui AIPJ2 dan Pemerintah Indonesia.

Kunjungan pertama mendarat di ruang sidang Pengadilan Negeri Bantul yang disambut dengan paparan praktik baik yang sudah dilakukan PN Bantul dan PN Wonosari. Menurut Craig Ewers, Team Leader AIPJ2, setelah berkeliling dan mendengarkan pemaparan dari masing-masing institusi penegak hukum mengungkapkan, sudah banyak ada kemajuan dari kondisi sebelumnya. Adapun tantangan-tantangan yang ada di sini juga sama hal nya dengan situasi dan kondisi di Australia yang menjadikan isu disabilitas sebagai isu yang juga sangat penting bagi pemerintah Australia.

“Saya juga banyak belajar dari sini soal bagaimana situasi difabel dalam proses hukum. Saya mengapresiasi perubahan baik yang sudah dikerjakan,”

Sunoto, Kepala PN Bantul mengatakan praktik baik dan perubahan yang terjadi di PN Bantul tidak lepas dari komitmen untuk selalu berbenah dan menigkatkan layanan bagi masyarakat yang beragam. Selain itu peran sentral dari SAPDA yang mendampingi dan memfasilitasi setiap pelaksanaan atau implementasi dalam membangun peradiilan yang inklusif.

“Tahun ini kami dapat anggaran dan pelaksanaannya menggandeng Sapda agar impementasinya sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas,” tutur Sunoto.

Praktik baik dan prestasi juga disampaikan Tri Joko GP, kepala PN Wonosari yang juga hadir dalam dalam kunjungan tersebut. Joko memaparkan PN Wonosari dan institusi penegak hukum lainnya di DIY menjadi pelopor peradilan inklusif. Hal ini menjadi satu capaian yang membanggakan dalam proses membangun peradilan inklusif. Meskipun di satu sisi masih ada beberapa tantangan yang perlu didiskusikan bersama terkait dengan keberlanjutan pembangunan peradilan yang ramah terhadap difabel.

“Tantangannya bagaimana bapak/ibu tetap mendorong program ini tetap berjalan dan berkembang. Melanjutkan dan mengembangkan itu sulit,” pungkasnya.

Nur Lailah Ahmad juga menyampaikan salah satu tantangan yang dialami di Pengadilan Agama Jogja. Menurutnya masih banyak hakim yang keliru dalam memahami kebutuhan, situasi dan kondisi difabel. Disamping masih minimnya pelatihan tentang isu difabel bagi hakim. Selain itu Lailah juga mengusulkan agar Mahkamah Agung membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Disabilitas berhadapan dengan hukum.

“Tidak semua di institusi Pengadilan Negeri ada Satker yang menangani difabel, meski ada kadang juga masih keliru dalam memahami  kebutuhan dan melayani difabel. Sehingga masih butuh banyak pelatihan-pelatihan yang bisa meningkatkan kompetensi APH, termasuk hakim,” kata Lailah.

Berita Lainnya

SIGAB Indonesia Menerima Penghargaan Jimly Award 2025

Foto tersebut menampilkan momen penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Kulon Progo dengan perwakilan dari organisasi mitra. Kegiatan ini berlangsung di sebuah ruangan formal yang dilengkapi dengan meja kecil tempat penandatanganan dokumen, serta latar belakang layar besar yang menampilkan logo dan informasi acara. Tampak Bupati Kulon Progo mengenakan seragam putih dengan pin dan name tag resmi, sedang menandatangani dokumen di sisi kiri meja. Di sebelah kanannya juga menandatangani dokumen serupa yang dilakukan oleh M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia yang mengenakan batik. Di sekeliling meja berdiri beberapa orang lainnya sebagai saksi, yang terdiri dari para pejabat dan tokoh masyarakat, sebagian mengenakan seragam putih dan lainnya berpakaian batik. Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan mitra organisasi untuk menjalin kerja sama yang mendukung pembangunan inklusif dan partisipatif di Kulon Progo.

(Pers Rilis) SIGAB Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Tandatangani MoU: Perkuat Komitmen Menuju Kabupaten Inklusif

Penyerahan policy brief mengenai perluasan kalurahan inklusi kepada Aris Suharyanta, Wakil Bupati yang diwakili anggota JIB

SIGAB Indonesia Dorong Perluasan Kalurahan Inklusif di Kabupaten Bantul

DISNAKERTRANS Kulon Progo dan SIGAB Indonesia Bahas Sinergi untuk Ketenagakerjaan Inklusif

SIGAB Indonesia dan PN Wonosari Tandatangani Perjanjian Kerjasama Penyediaan Layanan bagi Difabel berhadapan dengan Hukum.

Suharto dari SIGAB Indonesia memberikan paparan materi terkait dengan Perspektif Difabel dan Etika berinteraksi dengan Difabel

Pelatihan dan Kolaborasi Menuju Akses Pendidikan Setara bagi Semua

[Dalam Foto] M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia memberikan sambutannya pada kegiatan Joint Monitoring Visit Program INKLUSI oleh BAPPENAS dan DFAT ke Bengkulu

SIGAB dan PMMI Terima Kunjungan Monitoring Bersama BAPPENAS dan DFAT di Bengkulu

[Dalam Foto] Foto bersama yang dilakukan oleh anggota KDK Maju Bersama, PMMI Bengkulu dan SIGAB Indonesia

Kunjungi KDK Maju Bersama, SIGAB dan PMMI Bengkulu Dorong Penguatan Ruang Inklusi di Tingkat Kelurahan

Media Sosial dan AI: Membuka Akses Baru bagi Difabel Tapi Masih Belum Menjadi Prioritas Utama Di Indonesia.

Efisiensi Anggaran Pemerintah: Ancaman bagi Hak Difabel

Pentingnya Penguatan Produk Hukum yang Inklusif

Cover Buku Saku: Panduan Mengawal RPJMD Berperspektif Difabel

Buku Saku Panduan Mengawal RPJMD Berperspektif Difabel

BrajaDifa Siap Mendukung Penyelenggaraan Temu Inklusi #6 di Cirebon

Foto bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon

Bapelitbangda dan Dinas Sosial Kabupaten Cirebon Apresiasi Rencana Penyelenggaraan Temu Inklusi #6 di Cirebon

Foto Bersama dengan KND, SIGAB Indonesia, FKDC dan Organisasi Difabel

Koordinasi Awal Temu Inklusi #6 dengan Organisasi Difabel Cirebon

Load

TEMU INKLUSI #6 2025

2 - 4 September 2025 - Desa Durajaya, Kab. Cirebon

Mari berkomitmen, bersinergi, beraksi dan berinovasi berbasis kebhinnekaan menuju Indonesia Emas 2045