Berdiri sejak
2003

Search

Detail Berita.

SOSIAL MEDIA MUSUH ATAU KAWAN BAGI DIFABEL.

Perkembangan sosial media menjadi sangat signifikan dalam 6 tahun terakhir semenjak tahun 2019, disaat wabah COVID-19 menyebar ke seluruh dunia dan membuat banyak negara melakukan lockdown media sosial menjadi jantung utama komunikasi di semua sektor seperti ekonomi, pemerintahan, pendidikan, dan sebagainya. Tidak dipungkiri perkembangan sosial media yang signifikan juga merubah penggunanya dalam menggunakan sosial media termasuk dalam membuat konten, memberikan komentar atau statement, dan memberikan rekomendasi hiburan. Walaupun wabah covid-19 telah usai namun perkembangan sosial media tetap berjalan tanpa kita sadari karna sosial media menjadi jenis media baru yang memudahkan komunikasi melalui daring/internet.

Dengan kebebasan bermedia tanpa harus saling bertemu menyebabkan banyak polemic antara merugikan ataupun menguntungkan bagi teman difabel, salah satu contohnya yang akan kita bahas disini mengenai kebijakan POLRI dimana mereka membuka kesempatan bagi teman difabel untuk mendaftarkan diri menjadi polisi tentu ini adalah kabar gembira bagi beberapa teman difabel yang memiliki mimpi untuk mengabdi kepada negara menjadi anggota kepolisian, dan membuka banyak mata masyarakat di negara ini terkait inklusifitas yang harus di terapkan dalam seluruh sektor, tentu ini adalah bentuk keuntungan sosial media yang menjadi alat kampanye menyuarakan hak hak difabel dan di tanggapi dengan baik oleh pemerintahan khususnya POLRI.

Lalu apakah ini juga menjadi bentuk kerugian bagi difabel ? saya bisa menjawab iya, dengan rendahnya literasi masyarakat saat ini dan kurangnya minat membaca menyebabkan prespektif difabel tidak tersampaikan dengan baik di telinga masyarakat, sempat heboh beberapa waktu yang lalu dimana menurut survey 2019 IQ rata rata penduduk di Indonesia hanya di angka 78.49 dengan peringkat 36 se asia, jauh dari negara tetangga kita Myanmar yang mencapai 91.18 sebagai peringkat 10 tertinggi se asia, hasil yang cukup memalukan karena tidak sesuai dengan kemajuan teknologi di Indonesia yang sebenarnya lebih maju daripada Myanmar namun masyarakatnya masih sulit memaksimalkan teknologi yang ada.

Dampak negative bagi teman difabel pada kasus penerimaan anggota kepolisian khusus difabel ini adalah respon masyarakat di sosial media yang beberapa justru mencemooh dan merasa pilih kasih, seperti penggunaan kata cacat yang dominan diketikan dan juga keraguan masyarakat terkait kinerja difabel dalam kepolisian dimana teman difabel dianggap tidak layak menjalani tugas kepolisian dengan kondisinya saat ini, tentu ini sangat melukai perasaan teman difabel dan juga kawan seperjuangan yang sedang bersuara lantang memperjuangkan hak hak difabel, padahal usaha teman difabel untuk mendapatkan pekerjaan inipun melalui test yang sama ketatnya, salah satunya teman difabel yang menggunakan kesempatan dari POLRI sebut saja Nur Fatia dari Bangka Belitung yang kini menjadi Siswi difabilitas Sekolah  Polisi Wanita yang menyandang difabel fisik, Nur Fatia sendiri juga melaksanakan proses yang sama dan keharusan belajar yang sama untuk dapat diterima disana.

Namun dari sosial media banyak teman difabel yang juga terbantu khususnya pada aplikasi sosial media yang mulai menambahkan fitur aksesibilitas sehingga teman difabel dapat mendapatkan informasi secara mudah dan memiliki kesempatan untuk belajar, berkomunikasi dan bekerja seperti non difabel, akhirnya apakah sosial media musuh atau kawan jawabanya ditentukan oleh literasi masyarakat di Indonesia, dan bagaimana peran pemerintah dalam memberikan edukasi dan arahan untuk selalu mengedepankan kesetaraan di seluruh lapisan masyarakat.

 

Penulis : Phasha

1 Desember 2024

Berita Lainnya

SIGAB Indonesia Menerima Penghargaan Jimly Award 2025

Foto tersebut menampilkan momen penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Kulon Progo dengan perwakilan dari organisasi mitra. Kegiatan ini berlangsung di sebuah ruangan formal yang dilengkapi dengan meja kecil tempat penandatanganan dokumen, serta latar belakang layar besar yang menampilkan logo dan informasi acara. Tampak Bupati Kulon Progo mengenakan seragam putih dengan pin dan name tag resmi, sedang menandatangani dokumen di sisi kiri meja. Di sebelah kanannya juga menandatangani dokumen serupa yang dilakukan oleh M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia yang mengenakan batik. Di sekeliling meja berdiri beberapa orang lainnya sebagai saksi, yang terdiri dari para pejabat dan tokoh masyarakat, sebagian mengenakan seragam putih dan lainnya berpakaian batik. Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan mitra organisasi untuk menjalin kerja sama yang mendukung pembangunan inklusif dan partisipatif di Kulon Progo.

(Pers Rilis) SIGAB Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Tandatangani MoU: Perkuat Komitmen Menuju Kabupaten Inklusif

Penyerahan policy brief mengenai perluasan kalurahan inklusi kepada Aris Suharyanta, Wakil Bupati yang diwakili anggota JIB

SIGAB Indonesia Dorong Perluasan Kalurahan Inklusif di Kabupaten Bantul

DISNAKERTRANS Kulon Progo dan SIGAB Indonesia Bahas Sinergi untuk Ketenagakerjaan Inklusif

SIGAB Indonesia dan PN Wonosari Tandatangani Perjanjian Kerjasama Penyediaan Layanan bagi Difabel berhadapan dengan Hukum.

Suharto dari SIGAB Indonesia memberikan paparan materi terkait dengan Perspektif Difabel dan Etika berinteraksi dengan Difabel

Pelatihan dan Kolaborasi Menuju Akses Pendidikan Setara bagi Semua

[Dalam Foto] M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia memberikan sambutannya pada kegiatan Joint Monitoring Visit Program INKLUSI oleh BAPPENAS dan DFAT ke Bengkulu

SIGAB dan PMMI Terima Kunjungan Monitoring Bersama BAPPENAS dan DFAT di Bengkulu

[Dalam Foto] Foto bersama yang dilakukan oleh anggota KDK Maju Bersama, PMMI Bengkulu dan SIGAB Indonesia

Kunjungi KDK Maju Bersama, SIGAB dan PMMI Bengkulu Dorong Penguatan Ruang Inklusi di Tingkat Kelurahan

Media Sosial dan AI: Membuka Akses Baru bagi Difabel Tapi Masih Belum Menjadi Prioritas Utama Di Indonesia.

Efisiensi Anggaran Pemerintah: Ancaman bagi Hak Difabel

Pentingnya Penguatan Produk Hukum yang Inklusif

Cover Buku Saku: Panduan Mengawal RPJMD Berperspektif Difabel

Buku Saku Panduan Mengawal RPJMD Berperspektif Difabel

BrajaDifa Siap Mendukung Penyelenggaraan Temu Inklusi #6 di Cirebon

Foto bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon

Bapelitbangda dan Dinas Sosial Kabupaten Cirebon Apresiasi Rencana Penyelenggaraan Temu Inklusi #6 di Cirebon

Foto Bersama dengan KND, SIGAB Indonesia, FKDC dan Organisasi Difabel

Koordinasi Awal Temu Inklusi #6 dengan Organisasi Difabel Cirebon

Load

TEMU INKLUSI #6 2025

2 - 4 September 2025 - Desa Durajaya, Kab. Cirebon

Mari berkomitmen, bersinergi, beraksi dan berinovasi berbasis kebhinnekaan menuju Indonesia Emas 2045