Berdiri sejak
2003

Search

Detail Berita.

Dalam Foto: berdiri sejajar foto dari kiri: Abdul Mujib (FKDC), M. Joni Yulianto (SIGAB Indonesia), Muh. Syamsudin (Ketua TI 6), Jona (KND), dan Rohmanu Solikin (PM Program SOLIDER-INKLUSI)

SIGAB Indonesia Koordinasi Awal Temu Inklusi #6 dengan FKDC dan KND.

Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia koordinasi awal penyelenggaraan Temu Inklusi #6 yang rencananya akan diselenggarakan di Desa Durajaya, Kecamatan Greged, Cirebon (03/2/2025)

M. Syamsudin, Ketua Temu Inklusi #6, menjelaskan koordinasi awal ini merupakan tindak lanjut dari beberapa kesepakatan panitia inti. Sebelumnya, panitia inti yang terdiri dari Organizer Commite Temu Inklusi menyepakati Cirebon menjadi tempat yang dipilih untuk penyelenggaraan Temu Inklusi yang ke 6 di tahun 2025.

“Beberapa kesepakatan awal sudah ada dan di kesempatan ini kita mengkomunikasikannya dengan FKDC (Forum Komunikasi Difabel Cirebon) dan KND (Komisi Nasional Disabilitas) untuk mendapatkan tanggapan serta input terkait dengan pengembangan selanjutnya penyelenggaraan Temu Inklusi,” terangnya.

Pemilihan tersebut berdasarkan pada komitmen mulai dari pemerintah, organisasi dan respon Masyarakat terhadap penyelenggaraan Temu Inklusi. Selain itu, panitia inti telah melakukan survei dan penilaian terhadap Cirebon sebagai tuan rumah. Sampai pada menggandeng FKDC sebagai organisasi lokal yang akan mengawal proses penyelenggaraan TI #6.

Syamsudin menerangkan, setelah koordinasi dengan FKDC dan KND, selama dua hari secara paralel tim juga akan melakukan pertemuan dengan komunitas ataupun organisasi difabel di Cirebon serta, kunjungan ke Bapelitbangda dan Bupati Cirebon untuk mendiskusikan rencana penyelenggaraan TI.

Abdul Mujib, ketua FKDC menerangkan, Cirebon sebagai tuan rumah Temu Inklusi ke 6 memang sudah diwacanakan setelah penyelenggaraan TI ke 5 di Situbondo. Dirinya menyambut rencana tersebut, sebab menurutnya menjadi Tuan Rumah memberi banyak peluang serta dampak positif bagi pengarusutamaan isu difabel di Cirebon.

“Ya kami sangat senang mendengar Cirebon jadi tuan rumah. Ini pengalaman pertama dan akan banyak pembelajaran di sana,” teranagnya.

Mujib, sapaan akrabnya juga menjelaskan FKDC siap menjadi panitia lokal yang akan mengawal proses penyelenggaraan Temu Inklusi. Dari awal TI diwacanakan di Cirebon, FKDC juga meneruskan informasi tersebut kepada anggota lainnya.

“Ya yang pasti FKDC harus siap. Ini even dua tahunan dan saya selalu mengikuti dari tahun-ke tahunnya,” imbuhnya.[]

Berita Lainnya

SIGAB Indonesia Menerima Penghargaan Jimly Award 2025

Foto tersebut menampilkan momen penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Kulon Progo dengan perwakilan dari organisasi mitra. Kegiatan ini berlangsung di sebuah ruangan formal yang dilengkapi dengan meja kecil tempat penandatanganan dokumen, serta latar belakang layar besar yang menampilkan logo dan informasi acara. Tampak Bupati Kulon Progo mengenakan seragam putih dengan pin dan name tag resmi, sedang menandatangani dokumen di sisi kiri meja. Di sebelah kanannya juga menandatangani dokumen serupa yang dilakukan oleh M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia yang mengenakan batik. Di sekeliling meja berdiri beberapa orang lainnya sebagai saksi, yang terdiri dari para pejabat dan tokoh masyarakat, sebagian mengenakan seragam putih dan lainnya berpakaian batik. Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan mitra organisasi untuk menjalin kerja sama yang mendukung pembangunan inklusif dan partisipatif di Kulon Progo.

(Pers Rilis) SIGAB Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Tandatangani MoU: Perkuat Komitmen Menuju Kabupaten Inklusif

Penyerahan policy brief mengenai perluasan kalurahan inklusi kepada Aris Suharyanta, Wakil Bupati yang diwakili anggota JIB

SIGAB Indonesia Dorong Perluasan Kalurahan Inklusif di Kabupaten Bantul

DISNAKERTRANS Kulon Progo dan SIGAB Indonesia Bahas Sinergi untuk Ketenagakerjaan Inklusif

SIGAB Indonesia dan PN Wonosari Tandatangani Perjanjian Kerjasama Penyediaan Layanan bagi Difabel berhadapan dengan Hukum.

Suharto dari SIGAB Indonesia memberikan paparan materi terkait dengan Perspektif Difabel dan Etika berinteraksi dengan Difabel

Pelatihan dan Kolaborasi Menuju Akses Pendidikan Setara bagi Semua

[Dalam Foto] M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia memberikan sambutannya pada kegiatan Joint Monitoring Visit Program INKLUSI oleh BAPPENAS dan DFAT ke Bengkulu

SIGAB dan PMMI Terima Kunjungan Monitoring Bersama BAPPENAS dan DFAT di Bengkulu

[Dalam Foto] Foto bersama yang dilakukan oleh anggota KDK Maju Bersama, PMMI Bengkulu dan SIGAB Indonesia

Kunjungi KDK Maju Bersama, SIGAB dan PMMI Bengkulu Dorong Penguatan Ruang Inklusi di Tingkat Kelurahan

Media Sosial dan AI: Membuka Akses Baru bagi Difabel Tapi Masih Belum Menjadi Prioritas Utama Di Indonesia.

Efisiensi Anggaran Pemerintah: Ancaman bagi Hak Difabel

Pentingnya Penguatan Produk Hukum yang Inklusif

Cover Buku Saku: Panduan Mengawal RPJMD Berperspektif Difabel

Buku Saku Panduan Mengawal RPJMD Berperspektif Difabel

BrajaDifa Siap Mendukung Penyelenggaraan Temu Inklusi #6 di Cirebon

Foto bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon

Bapelitbangda dan Dinas Sosial Kabupaten Cirebon Apresiasi Rencana Penyelenggaraan Temu Inklusi #6 di Cirebon

Foto Bersama dengan KND, SIGAB Indonesia, FKDC dan Organisasi Difabel

Koordinasi Awal Temu Inklusi #6 dengan Organisasi Difabel Cirebon

Load

TEMU INKLUSI #6 2025

2 - 4 September 2025 - Desa Durajaya, Kab. Cirebon

Mari berkomitmen, bersinergi, beraksi dan berinovasi berbasis kebhinnekaan menuju Indonesia Emas 2045