Berdiri sejak
2003

Search

Detail Berita.

Suharto dari SIGAB Indonesia memberikan paparan materi terkait dengan Perspektif Difabel dan Etika berinteraksi dengan Difabel

Pelatihan dan Kolaborasi Menuju Akses Pendidikan Setara bagi Semua.

Makasar – Kegiatan pelatihan pendidikan inklusif yang diselenggarakan oleh Sekretariat INKLUSI kolaborasi dengan INOVASI yang merupakan program kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia yang bertujuan untuk memperbaiki kebijakan dan praktik pembelajaran. Program INOVASI berfokus pada peningkatan keterampilan dasar literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

Program ini menekankan nilai-nilai keadilan gender, disabilitas, dan inklusi sosial. Kegiatan diselenggarakan pada tanggal 22-24 April 2025 di Hotel Novotel Makassar Grand Shayla yang diikuti oleh sekitar 30 orang terdiri atas 8 laki-laki dan 16 perempuan. Dari jumlah tersebut, tercatat 3 peserta merupakan penyandang disabilitas (2 laki-laki dan 1 perempuan). Selain peserta utama, hadir pula 9 observer (6 perempuan dan 3 laki-laki) yang memberikan dukungan serta memperkaya jalannya diskusi.

Peserta berasal perwakilan Dinas Pendidikan, pihak sekolah, dan tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari PAUD sampai SMP yang ada di beberapa daerah dampingan Mitra INKLUSI yang bekerja di issue pendidikan inklusif, ditemukan bahwa salah satu akses layanan dasar yang masih menjadi tantangan kelompok disabilitas dalam mengakses pendidikan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga pendidik dalam memberikan pendidikan inklusif yang berkualitas bagi semua peserta didik.

Hari pertama kegiatan diawali oleh pembukaan melalui perwakilan Sekretariat INKLUSI dan pembacaan protokol safeguarding oleh Kuni Fatonah dari SIGAB Indonesia, lalu dilanjut materi yang disampaikan oleh Suharto tentang Memahami Definisi Disabilitas, Ragam dan Interaksi dengan Disabilitas. Materi yang memberikan pengertian dan gambaran mengenai macam-macam difabel, hambatan difabel dalam dunia akademik, dan etika berinteraksi dengan difabel.

Agar tidak bosan, peserta diajak untuk bermain sebuah games yang melatih rasa kesadaran dan kepedulian dalam membantu seseorang yang mempunyai cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu karena terdapat beberapa orang yang ditutup mata dan telinganya untuk memberikan gambaran seseorang sebagai difabel. Games tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok yang nantinya ditempel secarik kertas yang berbeda warna, tugas dari peserta pelatihan adalah berkumpul dengan yang warnanya sesuai dengan cara tidak boleh menggunakan suara ataupun kode atau isyarat yang lain.

Hal tersebut membuat peserta awalnya kebingungan karena bingung dan belum terbiasa, namun setelah itu mereka telah menemukan cara masing-masing dalam memecahkan masalah tersebut. Materi diakhiri oleh pemutaran video cara berinteraksi dengan difabel netra dan tuli dengan tujuan memberikan peserta gambaran secara jelas bagaimana mereka berinteraksi atau pada saat menemukan peserta didik dengan ragam difabel yang sama.

Setelah penyampaian materi Memahami Definisi Disabilitas, Ragam dan Interaksi dengan Disabilitas oleh Suharto dari SIGAB Indonesia, pemaparan materi berikutnya yaitu Memahami Lebih Dalam tentang Disabilitas Psikososial dan Disabilitas Mental yang disampaikan oleh Sartika Dewi dan Angga dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM. Materi yang memberikan informasi kepada peserta mengenai ragam difabel yang lebih spesifik yaitu difabel ental dan difabel psikososial.

Tim INOVASI sedang memberikan paparan

Hari kedua sampai hari ketiga materi disampaikan oleh tim dari INOVASI mengenai kerangka kerja Universal Design for Learning (UDL), Proses dan Mengembangkan Pembelajaran dan Pengalaman Belajar yang Inklusif, juga tidak lupa penerapan yang akan dilakukan oleh peserta melalui Pengembangan, Penerapan, dan Refleksi Strategi Pembelajaran yang disampaikan secara runtut dan padat karena keterbatasan waktu dalam penyelenggaraannya.

Pemaparan materi di hari kedua peserta diberi pemahaman dasar mengenai pendidikan inklusif melalui prinsip Universal Design yang Pengembangan, Penerapan, dan Refleksi Strategi Pembelajaran dalam penerapannya. Selain itu, menjelaskan mengenai tujuan dan prinsip UDL dalam pendidikan inklusif, serta peserta diajak untuk menganalisis manfaat dan tantangan dalam penerapan penyusunan kerangka kerja UDL.

Sebelum mengisi materi salah satu fasilitator dari INOVASI Eni Martina memberikan sedikit pengantar dan brainstormng mengenai pandangannya tentang pendidikan inklusi, “Inklusi adalah proses reformasi sistemik ini adalah sebuah sistem atau pendekatan bukan diartikan anak atau orangnya” ungkapnya saat memfasilitasi kegiatan. Selain itu, Tidak lupa diskusi kelompok menjadi sesuatu yang penting, karena dalam diskusi tersebut peserta bisa berbagi pengalaman maupun gagasan yang nantinya akan dipresentasikan oleh perwakilan setiap kelompok.

Perwakilan kelompok memaparkan hasil diskusinya

Kegiatan selama tiga hari membuat para peserta mendapatkan berbagai materi penting tentang bagaimana membangun lingkungan pendidikan yang ramah, adaptif, dan menghargai keberagaman anak, termasuk anak-anak difabel. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh semangat, memperlihatkan antusiasme besar untuk mendorong perubahan nyata di tingkat komunitas.

Hari terakhir yang membahas materi tentang Proses Pengembangan, Penerapan, dan Refleksi Strategi Pembelajaran yang selanjutnya akan direfleksikan dan setiap peserta diharapkan membuat rencana tindak lanjut (RTL) yang kongkrit nantinya akan mereka susun dan implementasikan sesuai dengan latar belakang pekerjaan masing-masing untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif disabilitas di wilayah masing-masing. Selain itu pemahaman mengenai difabel dan pendidikan inklusif juga menjadi poin penting peserta sebelum membuat rencana tindak lanjut berdasarkan Keterampilan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran inklusif meningkat dalam wujud keterampilan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran inklusif meningkat.

Tak berhenti sampai di situ, pelatihan ini juga melahirkan komitmen tindak lanjut nyata, khususnya untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan daerah dampingan dari SIGAB Indonesia. Dalam Rencana Tindak Lanjut (RTL), disepakati beberapa langkah strategis:

  • Penguatan kolaborasi: SIGAB akan melanjutkan kerja sama dengan Garamin melalui Program SOLIDER di Kupang dan Rote Ndao.
  • Sosialisasi pendidikan inklusi: Akan dilakukan kegiatan sosialisasi kepada tenaga pendidik PAUD, SD, serta Kelompok Dampingan Difabel (KDD), yang juga melibatkan orang tua anak difabel di Rote Ndao dan Kupang.
  • Integrasi dalam pelatihan deteksi dini: Rote Ndao yang tahun ini mengadakan pelatihan deteksi tumbuh kembang anak PAUD, akan memasukkan materi pendidikan inklusi sebagai bagian dari kurikulum pelatihannya.
  • Mendorong sinergi berkelanjutan: Garamin diharapkan terus memperkuat jejaring kerja sama dengan INOVASI NTT dan UNICEF yang berfokus pada penguatan pendidikan anak.
  • Rencana jangka panjang: Pada tahun 2026, direncanakan penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) Pendidikan Inklusif untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik di wilayah NTT.

Pelatihan ini menjadi langkah nyata menuju pendidikan yang lebih adil dan inklusif, dengan harapan bahwa setiap anak tanpa terkecuali dapat tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang mendukung potensi terbaik mereka.

 

 

Penulis: Mega Firstian

Editor: Kuni Fatonah

Berita Lainnya

SIGAB Indonesia Menerima Penghargaan Jimly Award 2025

Foto tersebut menampilkan momen penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Kulon Progo dengan perwakilan dari organisasi mitra. Kegiatan ini berlangsung di sebuah ruangan formal yang dilengkapi dengan meja kecil tempat penandatanganan dokumen, serta latar belakang layar besar yang menampilkan logo dan informasi acara. Tampak Bupati Kulon Progo mengenakan seragam putih dengan pin dan name tag resmi, sedang menandatangani dokumen di sisi kiri meja. Di sebelah kanannya juga menandatangani dokumen serupa yang dilakukan oleh M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia yang mengenakan batik. Di sekeliling meja berdiri beberapa orang lainnya sebagai saksi, yang terdiri dari para pejabat dan tokoh masyarakat, sebagian mengenakan seragam putih dan lainnya berpakaian batik. Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan mitra organisasi untuk menjalin kerja sama yang mendukung pembangunan inklusif dan partisipatif di Kulon Progo.

(Pers Rilis) SIGAB Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Tandatangani MoU: Perkuat Komitmen Menuju Kabupaten Inklusif

Penyerahan policy brief mengenai perluasan kalurahan inklusi kepada Aris Suharyanta, Wakil Bupati yang diwakili anggota JIB

SIGAB Indonesia Dorong Perluasan Kalurahan Inklusif di Kabupaten Bantul

DISNAKERTRANS Kulon Progo dan SIGAB Indonesia Bahas Sinergi untuk Ketenagakerjaan Inklusif

SIGAB Indonesia dan PN Wonosari Tandatangani Perjanjian Kerjasama Penyediaan Layanan bagi Difabel berhadapan dengan Hukum.

Suharto dari SIGAB Indonesia memberikan paparan materi terkait dengan Perspektif Difabel dan Etika berinteraksi dengan Difabel

Pelatihan dan Kolaborasi Menuju Akses Pendidikan Setara bagi Semua

[Dalam Foto] M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia memberikan sambutannya pada kegiatan Joint Monitoring Visit Program INKLUSI oleh BAPPENAS dan DFAT ke Bengkulu

SIGAB dan PMMI Terima Kunjungan Monitoring Bersama BAPPENAS dan DFAT di Bengkulu

[Dalam Foto] Foto bersama yang dilakukan oleh anggota KDK Maju Bersama, PMMI Bengkulu dan SIGAB Indonesia

Kunjungi KDK Maju Bersama, SIGAB dan PMMI Bengkulu Dorong Penguatan Ruang Inklusi di Tingkat Kelurahan

Media Sosial dan AI: Membuka Akses Baru bagi Difabel Tapi Masih Belum Menjadi Prioritas Utama Di Indonesia.

Efisiensi Anggaran Pemerintah: Ancaman bagi Hak Difabel

Pentingnya Penguatan Produk Hukum yang Inklusif

Cover Buku Saku: Panduan Mengawal RPJMD Berperspektif Difabel

Buku Saku Panduan Mengawal RPJMD Berperspektif Difabel

BrajaDifa Siap Mendukung Penyelenggaraan Temu Inklusi #6 di Cirebon

Foto bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon

Bapelitbangda dan Dinas Sosial Kabupaten Cirebon Apresiasi Rencana Penyelenggaraan Temu Inklusi #6 di Cirebon

Foto Bersama dengan KND, SIGAB Indonesia, FKDC dan Organisasi Difabel

Koordinasi Awal Temu Inklusi #6 dengan Organisasi Difabel Cirebon

Load

TEMU INKLUSI #6 2025

2 - 4 September 2025 - Desa Durajaya, Kab. Cirebon

Mari berkomitmen, bersinergi, beraksi dan berinovasi berbasis kebhinnekaan menuju Indonesia Emas 2045