Berdiri sejak
2003

Search

Detail Berita.

Mendorong Pemenuhan Hak Difabel; FGD Bahas Perencanaan Inklusif Difabilitas di Yogyakarta.

Yogyakarta, (10/06) Kementerian PPN/BAPPENAS bersama dengan SIGAB Indonesia, OHANA, dan PR YAKKUM, dengan dukungan dari Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia melalui Program INKLUSI telah melakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Perencanaan Daerah Inklusif untuk Difabilitas melalui Pemutakhiran Nomenklatur Sistem Informasi Perencanaan Daerah (SIPD).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, BAPPEDA D.I. Yogyakarta, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Organisasi Difabilitas, dan berbagai pihak terkait lainnya.

Tujuan FGD ini adalah untuk memetakan isu prioritas dalam perencanaan inklusif, mengidentifikasi tantangan dan hambatan dari pemerintah daerah, serta membangun dialog mengenai pemenuhan hak-hak difabel di DIY dan meningkatkan komitmen pemerintah daerah dalam percepatan pemenuhan hak-hak difabel.

Tirta Sutedjo, S.T., MWRM., Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat dari Kementerian PPN/BAPPENAS, menyoroti pentingnya implementasi perencanaan dan penganggaran daerah yang inklusif terhadap difabilitas. Tirta menekankan perlunya konsistensi komitmen dari pemerintah pusat dan daerah dalam memasukkan tujuh sasaran strategis Rencana Aksi Daerah Penyandang Disabilitas (RAD PD) ke dalam perencanaan pembangunan di tingkat daerah.

Tujuh sasaran strategis Rencana Aksi Nasional Penyandang Disabilitas (RAN PD) dan RAD PD yang diatur dalam Peraturan Menteri PPN/BAPPENAS Nomor 3 Tahun 2021 bertujuan untuk terwujudnya pembangunan inklusif difabilitas. Ketujuh sasaran strategis tersebut adalah: (1) pendataan dan perencanaan inklusif, (2) penyediaan lingkungan tanpa hambatan bagi difabel, (3) pelindungan hak dan akses politik dan keadilan bagi difabel, (4) pemberdayaan dan kemandirian difabel, (5) perwujudan ekonomi inklusif bagi difabel, (6) pendidikan dan keterampilan bagi difabel, serta (7) akses dan pemerataan layanan kesehatan bagi difabel.

Kelvin, S.AP., M.AP, seorang Analis Kebijakan di Direktorat Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, secara teknis membahas mengenai nomenklatur dan proses-proses yang perlu diperhatikan. Selain itu, Kelvin juga memberikan saran untuk menentukan secara tepat siapa yang akan menjadi leading sector dalam pengawalan RAD PD, dengan tujuan agar proses tersebut dapat lebih terstruktur.

“Kami memberikan saran kepada BAPPENAS atau Kementerian/Lembaga sektor yang akan menjadi leading sector RAD, bahwa dalam penyusunan RAD antara outcome dan output yang telah ditentukan, sebaiknya ada acuan yang jelas kepada pemerintah daerah. Hal ini dimaksudkan agar dibuatkan daftar panjang atau pendek mengenai tindakan yang diharapkan oleh pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah dapat menggambarkan infrastruktur yang seragam antara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Saran dan rekomendasi mengenai sub kegiatan yang akan dilakukan juga perlu dipertimbangkan, sehingga proses monitoring di masa mendatang dapat dilakukan dengan lebih mudah,” ujarnya.

Kegiatan FGD ini merupakan bagian dari rangkaian acara Lokakarya Percepatan Pemenuhan Hak Difabel Melalui Perencanaan dan Penganggaran Daerah yang Inklusif, yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 10-11 Juni 2024.

 

Penulis: Indri K

Berita Lainnya

SIGAB Indonesia Menerima Penghargaan Jimly Award 2025

Foto tersebut menampilkan momen penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Kulon Progo dengan perwakilan dari organisasi mitra. Kegiatan ini berlangsung di sebuah ruangan formal yang dilengkapi dengan meja kecil tempat penandatanganan dokumen, serta latar belakang layar besar yang menampilkan logo dan informasi acara. Tampak Bupati Kulon Progo mengenakan seragam putih dengan pin dan name tag resmi, sedang menandatangani dokumen di sisi kiri meja. Di sebelah kanannya juga menandatangani dokumen serupa yang dilakukan oleh M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia yang mengenakan batik. Di sekeliling meja berdiri beberapa orang lainnya sebagai saksi, yang terdiri dari para pejabat dan tokoh masyarakat, sebagian mengenakan seragam putih dan lainnya berpakaian batik. Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan mitra organisasi untuk menjalin kerja sama yang mendukung pembangunan inklusif dan partisipatif di Kulon Progo.

(Pers Rilis) SIGAB Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Tandatangani MoU: Perkuat Komitmen Menuju Kabupaten Inklusif

Penyerahan policy brief mengenai perluasan kalurahan inklusi kepada Aris Suharyanta, Wakil Bupati yang diwakili anggota JIB

SIGAB Indonesia Dorong Perluasan Kalurahan Inklusif di Kabupaten Bantul

DISNAKERTRANS Kulon Progo dan SIGAB Indonesia Bahas Sinergi untuk Ketenagakerjaan Inklusif

SIGAB Indonesia dan PN Wonosari Tandatangani Perjanjian Kerjasama Penyediaan Layanan bagi Difabel berhadapan dengan Hukum.

Suharto dari SIGAB Indonesia memberikan paparan materi terkait dengan Perspektif Difabel dan Etika berinteraksi dengan Difabel

Pelatihan dan Kolaborasi Menuju Akses Pendidikan Setara bagi Semua

[Dalam Foto] M. Joni Yulianto, Direktur SIGAB Indonesia memberikan sambutannya pada kegiatan Joint Monitoring Visit Program INKLUSI oleh BAPPENAS dan DFAT ke Bengkulu

SIGAB dan PMMI Terima Kunjungan Monitoring Bersama BAPPENAS dan DFAT di Bengkulu

[Dalam Foto] Foto bersama yang dilakukan oleh anggota KDK Maju Bersama, PMMI Bengkulu dan SIGAB Indonesia

Kunjungi KDK Maju Bersama, SIGAB dan PMMI Bengkulu Dorong Penguatan Ruang Inklusi di Tingkat Kelurahan

Media Sosial dan AI: Membuka Akses Baru bagi Difabel Tapi Masih Belum Menjadi Prioritas Utama Di Indonesia.

Efisiensi Anggaran Pemerintah: Ancaman bagi Hak Difabel

Pentingnya Penguatan Produk Hukum yang Inklusif

Cover Buku Saku: Panduan Mengawal RPJMD Berperspektif Difabel

Buku Saku Panduan Mengawal RPJMD Berperspektif Difabel

BrajaDifa Siap Mendukung Penyelenggaraan Temu Inklusi #6 di Cirebon

Foto bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon

Bapelitbangda dan Dinas Sosial Kabupaten Cirebon Apresiasi Rencana Penyelenggaraan Temu Inklusi #6 di Cirebon

Foto Bersama dengan KND, SIGAB Indonesia, FKDC dan Organisasi Difabel

Koordinasi Awal Temu Inklusi #6 dengan Organisasi Difabel Cirebon

Load

TEMU INKLUSI #6 2025

2 - 4 September 2025 - Desa Durajaya, Kab. Cirebon

Mari berkomitmen, bersinergi, beraksi dan berinovasi berbasis kebhinnekaan menuju Indonesia Emas 2045