SOLIDER INKLUSI.
Program SOLIDER (Strengthening Social Inclusion for Diffability Equity and Rights – Memperkuat Inklusi Sosial untuk Kesetaraan dan Hak-hak Difabel/Penyandang Disabilitas) adalah program yang didesain untuk mendorong dan meningkatkan pemenuhan hak difabel dan kelompok marjinal (paling terpinggirkan) lainnya di Indonesia yang belum terlayani oleh layanan pemerintah dan pelindungan sosial. Program ini didukung oleh INKLUSI (Program kemitraan Pemerintah lndonesia dan Pemerintah Australia untuk mewujudkan masyarakat inklusif), yang direncanakan diimplementasi di tahun 2O2O-2O28 dengan cita-cita berkontribusi pada kesejahteraan lndonesia dengan mendukung tujuan pembangunan sehingga lebih banyak orang yang termarjinalkan berpartisipasi dan mendapat manfaat dari pembangunan sosial, budaya, ekonomi, dan politik sehingga tidak ada satupun yang tertinggal. Sebagai bagian dari program INKLUSI, program SOLIDER mempunyai relevansi yang kuat dengan berbagai prioritas awal INKLUSI, RPJMN, maupun SDGs.
Program SOLIDER – INKLUSI memiliki empat strategi kunci yaitu:
- Menjadikan desa di wilayah program sebagai rintisan desa inklusif (RINDI) dimana Pemerintah Desa dan masyarakat memiliki pemahaman dan penerimaan yang baik terhadap Difabel yang diwujudkan dengan terbukanya ruang partisipasi difabel, kebijakan yang mendukung pemenuhan hak-hak difabel dan aksesibilitas layanan publik;
- Menjadikan Kelompok Difabel Desa/Kelurahan (KDD/KDK) sebagai organisasi yang kuat dalam mewadahi perjuangan difabel ditingkat desa/kelurahan maupun level pemerintahan yang lebih tinggi;
- Mendorong adanya kebijakan-keijakan yang mendukung perlindungan dan pemenuhan hak difabel dan inklusi sosial baik di level pusat maupun daerah seperti Unit Layanan Disabilitas, Rencana Aksi Daerah Penyandang Disabilitas (RAD-PD) maupun perdes di level desa, dan
- Mengembangkan media SIGAB (website: solidernews.com dan Youtube: Solider TV) serta mengajak media mainstream untuk menyuarakan lebih kuat isu kesetaraan gender, difabilitas dan inklusi sosial.
Hasil akhir yang akan dicapai oleh program SOLIDER INKLUSI yaitu:
- Desa/Kelurahan inklusif
- Kelompok Difabel Desa (KDD) dan Kelompok Difabel Kelurahan (KDK) berdaya/kuat dan mampu melakukan advokasi mandiri
- Adanya Unit Layanan Difabel (ULD) Ketenagakerjaan yang berfungsi optimal
Pemanfaat Program SOLIDER INKLUSI pada tahun 2023 adalah difabel perempuan dan laki-laki yang tersebar di wilayah dampingan program:
- D.I. Yogyakarta dengan sebaran 6 Kalurahan di Kabupaten Bantul dan 6 Kalurahan di Kabupaten Kulon Progo
- Jawa Timur dengan sebaran 8 Desa di Kabupaten Situbondo dan 6 Kelurahan di Kota Probolinggo
- Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan sebaran 6 Desa di Kabupaten Kupang dan 6 Desa di Kabupaten Rote Ndao
- Kalimantan Timur dengan sebaran 6 Kelurahan di Kota Samarinda dan 6 Kelurahan di Kota Balikpapan.
Pada Tahun 2024, Program SOLIDER INKLUSI menambah sebaran wilayah dampingan program:
- Jawa Barat dengan sebaran 6 Desa di Kabupaten Cirebon
- Bengkulu dengan sebaran 3 Desa di Kabupaten Rejang Lebong dan 3 Kelurahan di Kota Bengkulu
Baca artikel "SOLIDER INKLUSI"
Pentingnya Penguatan Produk Hukum yang Inklusif
sigab.org- Cirebon,-Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) mengadakan penyuluhan dengan tema Penguatan Produk Hukum yang Inklusif, pada Rabu, 26 Februari 2025. Kegiatan yang berkolaborasi dengan dengan Sekretariat Daerah, Bagian Hukum wilayah
Buku Saku Panduan Mengawal RPJMD Berperspektif Difabel
Pembangunan daerah yang inklusif merupakan kunci untuk menciptakan masyarakat yang adil dan setara bagi semua, termasuk difabel. Inklusi tidak hanya menjadi kebutuhan moral, tetapi juga bagian integral dari upaya menciptakan
BrajaDifa Siap Mendukung Penyelenggaraan Temu Inklusi #6 di Cirebon
Baru-baru ini, komunitas dan organisasi difabel di Cirebon membentuk forum bersama yang mereka namakan BrajaDifa. BrajaDifa dibentuk sebagai ruang sinergi dan kolaborasi untuk menguatkan pengarusutamaan isu difabel di Cirebon. Selain
Bapelitbangda dan Dinas Sosial Kabupaten Cirebon Apresiasi Rencana Penyelenggaraan Temu Inklusi #6 di Cirebon
Setelah koordinasi dengan FKDC selaku panitia lokal di Cirebon, tim Panitia Nasional Temu Inklusi bergerak menuju kantor Bapelitbangda Cirebon untuk menyampaikan rencana penyelenggaraan Temu Inklusi di Cirebon. Muh. Syamsudin ketua
Koordinasi Awal Temu Inklusi #6 dengan Organisasi Difabel Cirebon
Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia berkoordinasi dengan organisasi difabel di Cirebon terkait dengan rencana penyelenggaraan Temu Inklusi #6 dimana Cirebon sebagai Tuan Rumah. Koordinasi ini sebagai langkah
SIGAB Indonesia Koordinasi Awal Temu Inklusi #6 dengan FKDC dan KND
Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia koordinasi awal penyelenggaraan Temu Inklusi #6 yang rencananya akan diselenggarakan di Desa Durajaya, Kecamatan Greged, Cirebon (03/2/2025) M. Syamsudin, Ketua Temu Inklusi