Buku ini menyuguhkan pengetahuan terkait pentingnya inklusi bagi difabel dalam penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Tulisan-tulisan dalam buku ini merujuk pada catatan dan notulensi dari berbagai forum diseminasi hasil pemantauan, konferensi pers, dan webinar nasional terkait pemilu inklusif yang diselenggarakan sepanjang tahun 2023 hingga 2024.
Isi buku menyajikan beberapa hal substantif meliputi pembahasan mengapa kita perlu membicarakan pemilu inklusif, hak politik difabel dalam peta demokrasi, suara difabel yang terpinggirkan dalam peta demokrasi Indonesia, temuan lapangan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada tahun 2023 hingga 2024, cerita praktik pendidikan politik yang berperspektif difabilitas, serta beberapa rekomendasi untuk mendorong perubahan sistemik menuju Pemilu dan Pilkada yang inklusif di masa depan.
Buku yang diberi judul Suara yang Sering Diabaikan: Analisis Inklusivitas Pemilu 2024 bagi Difabel ini sangat layak dibaca, khususnya oleh para pemangku kebijakan yang merumuskan aturan dan mengawal penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada. Buku ini menyajikan informasi berharga terkait regulasi yang terkait dengan difabilitas, kenyataan empirik penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada yang menafikan hak-hak difabel, praktik baik yang layak dikembangkan dalam Pemilu dan Pilkada, hingga rumusan rekomendasi berharga untuk perbaikan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada inklusif. Buku ini layak dijadikan pijakan untuk memperbaiki sistem kepemiluan yang kerap mengabaikan hak-hak politik kaum difabel.